Airlangga: Terjadi tren kenaikan peristiwa aktif COVID-19 usai Lebaran

airlangga-terjadi-tren-kenaikan-kasus-aktif-covid-19-usai-lebaran-1

Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Dunia Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan saat ini mulai terjadi tren kenaikan kasus aktif nasional COVID-19 yang harus diwaspadai usai pelaksanaan libur Lebaran.

Kasus aktif harian yang terkonfirmasi bola lampu 26 Mei 2021 sebanyak 96. 187 tersebut mulai mengalami tren peningkatan, yang dalam beberapa hari terakhir berada pada kisaran pada atas 5. 000 urusan per hari.

“Tingkat kasus aktif nasional ada di angka 5, 4 persen, lebih rendah dari pada angka global yang sebesar 8, 8 persen. Namun perlu kita antisipasi tren kenaikan kejadian aktif selama seminggu belakangan ini. Pelajaran dari libur panjang sebelumnya, lonjakan peristiwa terjadi pada 4-5 minggu setelah liburan, ” sirih Airlangga saat memimpin Kerap Koordinasi evaluasi PPKM Mikro di Jakarta, Kamis.

Airlangga yang pula menjabat sebagai Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Perbaikan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) membeberkan, berdasarkan data per 26 Mei 2021, sebesar 55, 6 persen kasus aktif tersebut berada di Jawa dan 22, 9 obat jerih di Sumatera.

Baca pula: Menko Airlangga: Vaksin Gotong Royong bantu penuhi bahan nasional

Lima provinsi dengan berkontribusi paling besar atas 65 persen kasus rajin nasional antara lain merupakan Jawa Barat (29. 045 kasus), DKI Jakarta (10. 800 kasus), Papua (8. 799 kasus), Jawa Tengah (8. 429 kasus), serta Riau (5. 244 kasus).

Selain Sumatera Barat, yang jumlah kejadian aktifnya mencapai 3. 038 kasus, untuk saat ini kasus aktif di segenap provinsi lainnya berada sama di bawah 3. 000 kasus.

Terpaut rasio ketersediaan tempat rebah (Bed Occupancy Ratio/BOR), BOR rata-rata nasional sebesar 33 persen. Sedangkan seluruh provinsi di Sumatera (kecuali Bengkulu), memiliki BOR di berasaskan rata-rata nasional (> 33 persen).

Buat BOR Intensif (ICU) nasional sebesar 34 persen, namun provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, dan Kepulauan Bangka Belitung memiliki tingkat BOR Sungguh-sungguh di atas rata-rata nasional (> 34 persen).

Untuk itu, Airlangga menetapkan adanya perpanjangan serta perluasan PPKM Mikro, yaitu dengan menetapkan PPKM Mikro Tahap IX dari 1-14 Juni 2021, dan memperluas cakupannya dengan menambah provinsi Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Barat.

“Dengan demikian, per 1 Juni 2021, mutlak seluruh 34 Provinsi sudah ditetapkan untuk menerapkan PPKM Mikro, ” katanya.

Perpanjangan dan pengembangan penerapan PPKM Mikro itu, sama seperti di tahapan-tahapan sebelumnya, akan dilakukan bersandarkan Instruksi Menteri Dalam Jati yang mulai berlaku dalam 1 Juni 2021.

Tata cara Penyekatan Kegiatan Masyarakat yang diterapkan dalam rangka pelaksanaan PPKM Mikro dalam tahapan itu, juga belum mengalami perubahan dan masih sama dengan prosedur terdahulu.

Baca juga: KPC-PEN: 8 juta vaksin Sinovac kembali datang Selasa

Kepala Daerah (Gubernur) bakal menentukan Kabupaten/Kota yang menerapkan PPKM Mikro, serta mengisbatkan pelaksanaan kebijakan ini berjalan baik dengan pembentukan Posko Desa dan pengendalian terjadi pada tingkat mikro sampai dengan RT/RW.

“Setelah pemantauan dua minggu pasca lebaran ini, kita terus memonitor dengan teliti perkembangan kasusnya pada dua atau tiga minggu selanjutnya, dan mengantisipasi melalui perpanjangan PPKM Mikro dan pengetatan persyaratan perjalanan pasca libur lebaran, ” kata Airlangga.

Sebelumnya, Gajah Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan selama periode 22 April-14 Mei 2021 (sebelum dan saat libur lebaran), tercatat 3, 9 juta penumpang melakukan mobilitas mencuaikan moda transportasi umum (darat, laut, udara, kereta api).

Sedangkan dalam periode 15-24 Mei 2021 (pasca libur lebaran), terekam sekitar 2, 5 juta penumpang yang melakukan pergeseran dengan moda transportasi umum. Kondisi itu memperlihatkan adanya potensi lonjakan mobilitas di dalam beberapa waktu ke pendahuluan.

Secara umum, kebijakan Peniadaan Mudik & Pengetatan Persyaratan Perjalanan dalam Idul Fitri 2021 ini, telah berjalan cukup tertib dan berhasil mengurangi pergeseran masyarakat di semua moda transportasi.

Pelaksanaan arus balik pasca libur lebaran 2021 juga berlaku lancar dan terkendali. Namun perlu diantisipasi lonjakan mobilitas dan potensi lonjakan urusan COVID-19 pada minggu ke-3 sampai minggu kelima pasca libur lebaran (27 Mei-pertengahan Juni 2021).
 

Pewarta: Satyagraha
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © JARANG 2021