Bank Dunia: Pembatalan utang diperlukan buat bantu negara termiskin

Bank Dunia: Pembatalan utang diperlukan buat bantu negara termiskin

Benar bahwa beberapa negara tidak dapat membayar kembali utang yang mereka tanggung

Berlin (ANTARA) kepala Pandemi COVID-19 dapat memicu genting utang di beberapa negara, jadi investor harus siap memberikan kaum bentuk keringanan yang juga bisa mencakup pembatalan utang, kata Presiden Bank Dunia David Malpass.

“Terbukti bahwa beberapa negara tidak dapat membayar kembali utang yang mereka tanggung. Karena itu kita juga harus mengurangi tingkat utang. Ini bisa disebut keringanan ataupun pembatalan utang, ” kata Malpass  dalam wawancara dengan harian bisnis Handelsblatt.

“Adalah penting bahwa jumlah utang dikurangi secara restrukturisasi, ” tambah Malpass. kaya dikutip Reuters pada Minggu.

Dia menunjuk langkah selaku dalam krisis keuangan sebelumnya seperti di Amerika Latin dan barang apa yang disebut inisiatif HIPC — negara-negara miskin yang berutang gede — pada 1990-an.

Negara-negara kaya bulan lalu menjunjung perpanjangan dari Debt Service Suspension Initiative (DSSI/Inisiatif Penangguhan Layanan UtangDSSI) G20, yang disetujui pada April untuk membantu negara-negara berkembang menetap dari pandemi virus corona, yang telah menyebabkan 43 dari 73 negara potensial yang memenuhi kondisi menangguhkan lima miliar dolar pada pembayaran utang “sektor resmi”.

Di tengah peringatan pandemi dapat mendorong 100 juta orang ke dalam kemiskinan ekstrem, Malpass memperbarui seruannya agar bank-bank preman dan dana investasi juga mengikuti terlibat.

“Para investor ini tidak melakukan cukup penuh dan saya kecewa dengan mereka. Juga, beberapa pemberi pinjaman tinggi China tidak cukup terlibat. Sebab karena itu, dampak dari langkah-langkah bantuan kurang dari yang seharusnya, ” katanya.

Malpass memperingatkan bahwa pandemi dapat memicu krisis utang lain karena beberapa negara berkembang telah memasuki spiral pertumbuhan yang lebih lemah & masalah keuangan.

“Defisit anggaran yang sangat besar & pembayaran utang membebani negara-negara tersebut. Apalagi, bank-bank di sana pengganggu karena kredit macet, ” tambahan Malpass.

Baca juga: Bank Dunia: pandemi sebabkan pertumbuhan Asia terendah semenjak 1967
Baca juga: Bank Dunia: Pandemi pukul ekonomi Asia Timur, picu kemiskinan baru
Baca juga: Kepala Bank Dunia desak G20 perpanjang penangguhan utang hingga 2021

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020