Bareskrim tetapkan Bupati Nganjuk sebagai tersangka

bareskrim-tetapkan-bupati-nganjuk-sebagai-tersangka-1

Pada perkara tersebut telah ditetapkan tersangka sebagai berikut. NRH, Bupati Nganjuk yang didudga sebagai penerima hadiah atau janji

Jakarta (ANTARA) – Direktorat Tindak Kejahatan Korupsi Bareskrim Polri menetapkan tujuh tersangka dalam kejadian dugaan suap terkait pengisian jabatan perangkat desa dan camat di lingkungan Pemkab Nganjuk, Jawa Timur.

Sebagai penerima, yakni Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat (NRH) dan M Izza Muhtadin (MIM) selaku ajudan Bupati Nganjuk. Sementara sponsor suap, yaitu Dupriono (DR) selaku Camat Pace, Edie Srijato (ES) selaku Camat Tanjunganom dan Plt Camat Sukomoro, Haryanto (HR) sebagai Camat Berbek, Bambang Subagio (BS) selaku Camat Loceret, dan Tri Basuki Widodo (TBW) selaku mantan Camat Sukomoro.

“Dalam perkara tersebut telah ditetapkan tersangka sebagai berikut. NRH, Bupati Nganjuk yang didudga sebagai penerima hadiah ataupun janji, ” kata Eksekutif Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Brigjen Djoko Poerwanto saat jumpa pers pada Gedung KPK, Jakarta, Senin.

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri telah melanjutkan jalan penyelidikan tersebut ke periode penyidikan dengan persangkaan Bab 5 ayat (1) tulisan a atau b, Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pencetus 55 ayat (1) pertama KUHP.

Baca juga: Pemeriksaan kasus Bupati Nganjuk dilanjutkan oleh Bareskrim

Baca juga: OTT Bupati Nganjuk dipimpin pegawai yang tak lolos TWK

Djoko mengungkapkan barang bukti yang sudah diperoleh berkaitan kasus tersebut, yaitu uang tunai sebesar Rp647. 900. 000 dari brankas pribadi Tumenggung Nganjuk, delapan unit telepon genggam, dan satu kunci tabungan Bank Jatim atas nama Tri Basuki Widodo.

Sebelumnya, kata tempat, pada Minggu (9/5) sekira pukul 19. 00 WIB, tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri dan KPK telah menyimpan Bupati Nganjuk dan kira-kira camat di jajaran Kabupaten Nganjuk dalam kasus uang sogok tersebut.

Adapun modus operandinya, ia mengungkapkan para Camat memberikan sebanyak uang kepada Bupati Nganjuk melalui ajudan Bupati terkait mutasi dan promosi jabatan mereka dan pengisian kedudukan tingkat kecamatan di rangkaian Kabupaten Nganjuk. Selanjutnya, pengapit Bupati Nganjuk menyerahkan kekayaan tersebut kepada Bupati Nganjuk.

“Penyidikan mau dilanjutkan oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri dengan dukungan dan kerja sama dari KPK, ” tutur Djoko.

Mengaji juga: KPK sebut OTT Bupati Nganjuk hasil kegiatan sama dengan Bareskrim Polri

Baca juga: KPK mengambil Bupati Nganjuk diduga terpaut lelang jabatan

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © KURUN 2021