BPOM gandeng anggota OKI bahas solusi tanggulangi COVID-19

BPOM gandeng anggota OKI bahas solusi tanggulangi COVID-19

kita tak memiliki pilihan selain bekerja cocok

Jakarta (ANTARA) – Lembaga Pengawas Obat dan Makanan menggandeng negara-negara anggota Organisasi Kerja sepadan Islam (OKI) untuk membahas penyelesaian dari sisi farmasi untuk menanggulangi wabah COVID-19.

“Salah satu upaya Badan POM untuk menyiasati ketersediaan obat dan vaksin pada tengah situasi pandemi COVID-19 ini adalah dengan memprakarsai workshop virtual dengan tema ‘Enhancing Collaboration in Research, Manufacturing, Management of Medicines and Vaccines in the OIC Member States’, ” kata Besar BPOM Penny K Lukito di jumpa pers daringnya, Rabu.

Ia mengatakan COVID-19 berpengaruh terhadap aspek kesehatan dan aspek kehidupan lainnya. Hal ini menjadi tantangan baru bagi seluruh negeri, tak terkecuali negara-negara anggota OKI. Ketersediaan dan keterjangkauan obat & vaksin menjadi solusi penting untuk mengakhiri pandemi COVID-19.

Menurut dia, BPOM dari masing-masing negara memiliki andil yang tumbuh dalam mengawal dan mewujudkan ketersediaan obat dan vaksin COVID-19. Sebab karena itu, aksi kolektif BPOM bersama produsen obat dan vaksin di negara anggota Organisasi Kegiatan sama Islam merupakan kunci buat sediaan farmasi yang merata dalam negara OKI.

Mengenai pelaksanaan lokakarya BPOM bersama Dominasi Pangan dan Obat anggota OKI digelar secara virtual pada 9-10 Desember. “Workshop ini merupakan platform berharga untuk berbagi inisiatif antarnegara anggota OKI terkait penanganan pandemi COVID-19 serta mendorong kolaborasi dengan fokus pada penyediaan aksesibilitas dan keterjangkauan obat dan vaksin COVID-19 di negara anggota OKI, ” katanya.

Baca juga: BPOM perkenalkan produk makanan, obat, dan kosmetik pada negara anggota OKI

Baca juga: BPOM: teknologi vaksin Indonesia unggul pada kalangan OKI

Penny mengajak setiap pihak bekerja sebanding dalam menghadapi pandemi ini. “Belum ada yang bisa memprediksi simpulan pandemi COVID-19. Dengan demikian, kita tidak memiliki pilihan selain berjalan sama dalam menghentikan penyebaran virus dan menemukan obat yang memutar efektif. ”

“Mari bergandengan tangan dalam upaya beserta memperkuat kerja sama dan persekutuan di negara-negara anggota OKI untuk menemukan obat dan vaksin COVID-19 yang paling efektif, ” katanya.

Adapun pertemuan maya BPOM dengan Otoritas Pangan & Obat negara-negara OKI merupakan lengah satu bentuk implementasi dari Deklarasi Jakarta yang disepakati pada “The First Meeting of the Heads of National Medicine Regulatory Authorities (NMRAs) from the Organization of Islamic Cooperation (OIC) Member States” di Jakarta tanggal 21-22 November 2018.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat harmonisasi dan kolaborasi di antara NMRA serta memastikan kontinuitas pasokan & akses ke obat-obat esensial & vaksin, terutama dalam menghadapi pandemi COVID-19, ” kata dia.

Baca pula: BPOM luncurkan pedoman pendistribusian vaksin COVID-19

Baca juga: BPOM ajak perwakilan OKI kunjungi Kimia Farma
 

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020