Gajah BUMN: Pengembangan wisata medis dimulai di Bali

Gajah BUMN: Pengembangan wisata medis dimulai di Bali

Kita memiliki tanah di Bali, itu 49 hektare, itu kita ingin upgrade menjadi fasilitas tourism. Kemarin responsnya sangat bagus dari Mitsui, Jepang. Mitsui ini yang banyak memiliki saham di banyak rumah rendah di Asia Tenggara,

Jakarta (ANTARA) – Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan pemerintah akan menyelenggarakan pengembangan wisata medis di Bali.

Erick menjelaskan pihaknya serupa telah mendapatkan respons dari satu diantara perusahaan Jepang yang memiliki banyak saham di banyak rumah rendah internasional di Asia Tenggara.

“Kita punya tanah dalam Bali, itu 49 hektare, tersebut kita ingin upgrade menjadi sarana tourism. Kemarin responsnya sangat molek dari Mitsui, Jepang. Mitsui tersebut yang banyak memiliki saham di banyak rumah sakit di Asia Tenggara, ” jelas Erick pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Pengembangan Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas di Jakarta, Jumat.

Baca serupa: Luhut: perlu ketenangan dan kedamaian untuk jual pariwisata Indonesia

Erick kendati meminta investasi rumah sakit dalam Bali tidak menggunakan merek dibanding Singapura atau Malaysia.

  Ia mengaku meminta penerapan merek sendiri dari dalam daerah, namun tetap dengan standar bagian dunia.

“Saya bilang ke Mitsui, saya tidak sedia pakai merek Singapura atau merek Malaysia. Kita mau pakai tanda kita, tetapi world class. Pada sinilah sudah akan ada peninjauan dari mereka, ” katanya.

Baca pula: DPP Asita harapkan Bali “tancap gas” untuk pemulihan pariwisata

Erick berniat pengembangan wisata medis di di negeri bisa mengurangi kunjungan asosiasi Indonesia keluar negeri untuk menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan.

“Dan ini yang kita mau gali, potensi baru di Bali. Kita akan coba dan ini mampu jadi titik-titik baru health tourism (wisata medis) di beberapa tempat. Tapi kita akan coba pada sini (Bali) dulu, ” ujarnya.

Menko Kemaritiman serta Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, di dalam rakornas yang sama, mengungkapkan pemerintah ingin mendorong perbaikan fasilitas kesehatan tubuh sekaligus mendorong wisata medis potensinya bisa dimanfaatkan.

Baca juga: Menteri BUMN pastikan pengelolaan SWF transparan & akuntabel

Salah satu upaya dalam membakar wisata medis, yakni dengan menggelar rumah sakit internasional hingga menerbitkan tenaga medis ahli dari luar negeri.

“Kesehatan, kita perbaiki sekarang. Kita akan buka rumah sakit internasional di Bali. Saya kira Menteri BUMN pantas kerja keras. Ada mungkin Mayo Clinic, John Hopkins, atau barangkali tiga atau empat hospital yang mungkin nanti (buka) di Bali, Jakarta dan di Medan, ” katanya.
 

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020