Harga Cukai ingatkan masyarakat waspada kepada modus penipuan lelang

Harga Cukai ingatkan masyarakat waspada kepada modus penipuan lelang

Dana Cukai tidak pernah melakukan lelang lewat medsos, pesan WA, atau semacamnya

Jakarta (ANTARA) awut-awutan Direktorat Jenderal Bea dan Tol (DJBC) Kementerian Keuangan mengingatkan klub untuk mewaspadai modus penipuan lelang yang masih marak dan mengatasnamakan otoritas kepabeanan dan cukai.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Mengiringi Lembaga DJBC Syarif Hidayat di dalam pernyataan di Jakarta, Sabtu, mengantarkan lelang palsu merupakan salah satu dari enam modus penipuan yang biasa dilakukan oknum.

Modus lainnya adalah jual kulak online barang kiriman dalam negeri, bahan kiriman luar negeri, modus teman yang ditahan karena membawa uang, kiriman diplomatik, dan jasa pengerjaan kasus tangkapan Bea Cukai.

Untuk lelang palsu, ia menjelaskan biasanya dilakukan oleh pelaku dengan modus lelang bersifat tertutup atau internal tapi resmi.

Pada awalnya, pelaku menawarkan lelang barang sitaan Bea Tol melalui beberapa saluran komunikasi diantaranya media sosial, Whatsapp group, atau SMS berantai.

Seringkali harga yang dicantumkan dalam lelang palsu itu sangat murah dengan embel-embel barang sitaan atau bahan lelang Bea Cukai agar calon korban semakin tergiur.

“Bea Cukai tidak pernah mengabulkan lelang lewat medsos, pesan WA, atau semacamnya, lelang resmi akan selalu ditampilkan di website. Umpama ada pengumuman di medsos, maka akan tetap diarahkan ke website resmi, ” katanya.

Untuk meyakinkan calon korbannya, karakter bahkan menyertai tawaran lelang secara surat izin lelang palsu dengan ditandatangani oleh pejabat aparat penegak hukum disertai meterai dan memotret.

“Tidak tanggung-tanggung, karakter juga kami dapati membuat surat izin bahkan kartu identitas dan KTP atas nama pejabat. Tentunya ini semua palsu dan menyalahi hukum, ” ujar Syarif.

Salah satu contoh kasus lelang palsu tersebut adalah lelang internal kendaraan mobil yang mengatasnamakan Pejabat Pelayanan Utama Bea Cukai.

Modusnya adalah penyebaran tambahan surat beserta nomor palsu yang berisi tabel daftar jenis, macam, dan harga mobil dengan fakta bahwa kondisi mobil masih pertama dan harga sudah termasuk STNK, BPKB, asuransi dan biaya pengiriman unit.

Selain tersebut, lampiran surat tersebut menyertakan bagian rekening dari beberapa bank untuk lebih meyakinkan masyarakat.

“Calon korban lelang kemudian hendak diminta untuk transfer uang ke rekening pribadi yang kadang disamarkan menjadi rekening bendahara lelang, tapi tetap saja itu rekening karakter pelaku, ” ujarnya.

Untuk terhindar dari penipuan lelang, masyarakat yang berminat mengikuti lelang resmi dapat langsung mengunjungi website penyelenggara yaitu www.lelang.go.id, www.kemenkeu.go.id, www.beacukai.go.id, atau subdomain dari akun itu.

“Uang yang dimanfaatkan sebagai jaminan lelang harus disetorkan ke rekening penampungan lelang yang tercantum dalam pengumuman lelang atau melalui virtual account rekening penghimpunan lelang, ” kata Syarif.

Syarif menegaskan lelang Imbalan Cukai ataupun Kementerian Keuangan tidak pernah menggunakan rekening atas tanda pribadi dan tidak pernah menjanjikan kepada pihak manapun yang menjadi peserta lelang untuk bisa menjelma pemenang lelang.

“Bagi masyarakat yang mendapati indikasi penipuan seperti beberapa modus tersebut, diharapkan segera melapor ke Kantor Bea Cukai terdekat atau langsung menemui contact center Bea Cukai di nomor 1500225, ” ujarnya.

Baca pula: Bea Cukai musnahkan barang ilegal senilai Rp5 miliar di Gedung Sate
Baca juga: Dana Cukai Jambi amankan sopir truk pengangkut rokok ilegal
Mengaji juga: Bea Cukai, TNI AL, dan Ditpolairud lakukan patroli bahar bersama

Pewarta: Satyagraha
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020