Kapolda Jabar sebut tindakan di RS Ummi pidana murni

Kapolda Jabar sebut tindakan di RS Ummi pidana murni

Bandung (ANTARA) –

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat Irjen Pol Ahmad Dofiri menyebut upaya Rumah Sakit (RS) Ummi yang diduga menghalang-halangi Satgas Penangan COVID-19 Kota Bogor dalam melayani pelacakan itu termasuk pidana asli.

“Ini bukan delik aduan tapi kejahatan murni. Kalau pidana murni, urusan negara melalui aparatnya yakni kepolisian untuk menghandle langsung dan mengusut perkara ini, ” kata Ahmad Dofiri di Mapolda Jawa Barat, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin.

Selain itu ia juga meragukan maklumat Wali Kota Bogor Bima Arya yang bakal mencabut laporan peristiwa RS Ummi tersebut. Meski begitu, ia memastikan pihak kepolisian bahan bertindak tegas terhadap siapapun dengan kurang serius dalam penanganan COVID-19.

“COVID-19 adalah penyakit yang membahayakan & penularannya sangat cepat dan berkembang, oleh karena itu perlu jalan kita bersama dan dalam hal ini pihak kepolisian akan bersungguh melakukan tindakan yang lebih tegas dan terukur, ” kata Dofiri.

Terkait dengan Rizieq Shihab yang pulang secara diam-diam dari RS Ummi, menurutnya tindakan tersebut ada dampak hukumnya baik terhadap pihak RS Ummi maupun Rizieq Shihab.

Menurutnya tiba Senin ini, pihak kepolisian selalu sudah melakukan pemanggilan terhadap  sebesar pihak terkait RS Ummi yang diduga menghalang-halangi upaya penanganan COVID-19.

“Sudah dilakukan pemanggilan pada beberapa bagian. Kita lihat yang Polresta Enau telah melayangkan surat pemanggilan itu, ” katanya.

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2020