Ketua Satgas COVID-19 minta pengoperasian mobilitas terus dilakukan

ketua-satgas-covid-19-minta-pengendalian-mobilitas-terus-dilakukan-1

Pengendalian dan pengaruh terhadap mobilitas penduduk

Jakarta (ANTARA) – Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Ganip Warsito meminta pengoperasian mobilitas masyarakat termasuk pelaku migran Indonesia (PMI) pasti dilakukan.

“Pengendalian serta kontrol terhadap mobilitas warga dari satu daerah ke daerah lain, ini resmi juga untuk PMI kita atau orang asing, agar terus dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku, ” kata Ketua Satgas COVID-19 Ganip dalam rapat koordinasi yang dilakukan secara maya dari Jakarta, Senin.

Salah satu yang disoroti Ganip adalah memori kepulangan tenaga kerja Nusantara (TKI) dari negara penempatan, seperti adanya gelombang kepulangan dari Malaysia.

Terkait kepulangan para pelaku migran asal Indonesia tersebut, pria yang menjabat jadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu mengatakan akan melakukan rapat harmonisasi tersendiri untuk mengatur metode laksananya.

Baca juga: Bintik debarkasi diusulkan disebar antisipasi kepulangan pekerja migran

Menyuarakan juga: 521 pekerja migran Indonesia masih jalani karantina di Batam

Hal itu disampaikan ketika terdapat 7. 200 warga negara Indonesia yang berharta dalam detensi imigrasi Malaysia dan menunggu kepulangan ke Tanah Air, menurut bukti Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

Dalam kerap tersebut, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu, Judha Nugraha, mengatakan perlu ada prioritas kepulangan bagi deportan yang menyelap kelompok rentan dengan cabang RI tengah menyiapkan rencana kontijensi memastikan langkah perlindungan bagi WNI di Malaysia.

Selain itu, dia mengusulkan perlunya dukungan pemerintah pusat ke kawasan terkait kepulangan para PMI terutama untuk penerapan karantina dan pengadaan tes PCR.

Dia pula menekankan perlunya kesamaan narasi publik terkait kepulangan para-para PMI tersebut.

“Narasi publik yang serupa harapannya di satu sisi kita bisa mengelola WNI kita yang di Malaysia sehingga tidak panik. Dalam sisi lain di Nusantara kami pun menyadari bahwa WNI kita di Indonesia perlu yakin bahwa WNI kita yang pulang itu tidak membawa imported case, ” tegas Judha.

Baca pula: Menaker pastikan telah siapkan langkah tangani kepulangan PMI

Baca juga: BP2MI: tujuh. 300 PMI kembali dibanding Malaysia pada Juni-Juli 2021

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021