LIPI: kandidat 27 vaksin COVID-19 menyelap tahap uji klinis 1-3 pada dunia

LIPI: kandidat 27 vaksin COVID-19 menyelap tahap uji klinis 1-3 pada dunia

“Dari 165 vaksin ini, 27 sudah masuk di tahap uji klinis pada pribadi… ”

Jakarta (ANTARA) – Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wien Kusharyoto mengatakan hingga saat ini ada sebesar 27 kandidat vaksin dari 165 vaksin yang sedang dikembangkan dalam dunia dan kini masuk di dalam uji klinis tahap 1-3.

“Dari 165 vaksin ini, 27 sudah masuk dalam tahap tes klinis pada manusia mulai tahap 1-3, ” kata peneliti daripada Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI Wien Kusharyoto dalam konferensi pers virtual, Jakarta, Selasa.

Wien menuturkan target dari pengembangan vaksin adalah mendapatkan vaksin yang efektif, aman dan bermanfaat dalam menyimpan sebagaian besar masyarakat dari prospek terjangkit COVID-19.

Baca juga: Bio Farma berharap vaksin Covid Sinovac dibuat kuartal I 2021
Mengucapkan juga: LIPI kembangkan vaksin rekombinan COVID-19 dengan metode spray

Wien mengucapkan tantangan lain dalam vaksinasi COVID-19, memproduksi, mengalokasikan dan mendistribusikan vaksin sehingga bisa diakses seluruh bangsa dunia.

Wien serupa mengatakan perlu menyakinkan publik pertama yang masih antivaksinasi atau memiliki keraguan terhadap vaksin COVID-19. Jika vaksin COVID-19 sudah ditemukan, mereka diharapkan mau menggunakan vaksinasi itu.

Wien menjelaskan ada lebih dari 165 vaksin COVID-19 yang sedang dikembangkan di negeri, sebagian besar masih dalam tahap praklinis.

Vaksin lantaran AstraZeneca dan Universitas Oxford di Inggris merupakan vaksin yang berbasis chimpanzee adenovirus  dan kini akan masuk uji klinis tahap III

Wuhan Institute of Biological Products Co., Ltd memajukan vaksin berbasis virus yang tidak diaktifkan dan saat ini di dalam tahap uji klinis III.

Vaksin Sinovac dari China juga masuk uji klinis periode III. Agustus ini rencananya bakal mulai uji klinis tahap III di Indonesia. Uji klinis tahap III juga dilakukan di Brasil dan Bangladesh.

Vaksin buatan Moderna yang berbasis vaksin mRNA akan masuk tahap III  dan sudah mulai registrasi sukarelawan.

Menyuarakan juga: Stafsus BUMN: Bio Farma uji klinis vaksin Covid daripada Sinovac China
Baca selalu: Anggota DPR minta vaksin COVID-19 digratiskan

Uji klinis adalah studi sistematik terhadap berbagai intervensi medis dengan dilakukan pada manusia untuk melihat efektivitas dan efek samping yang mungkin ditimbulkan dari pemberian vaksin.

Dalam uji klinis, dipelajari juga absorpsi, distribusi, metabolisme, dan ekskresi dari bahan farmasi yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia agar didapat informasi mengenai efikasi dan keamanan dari buatan farmasi tersebut.

Di uji klinis fase I, dikerjakan uji keamanan dan imunogenisitas vaksin pada beberapa orang yang risiko rendah umumnya orang dewasa bujang yang sehat untuk menguji tolerabilitas terhadap vaksin.

Tes klinis fase II dimaksudkan buat memantau keamanan vaksin, potensi munculnya efek simpang, respons imun, memasang dosis optimal dan jadwal pemberian vaksinasi.

Uji klinis fase III bertujuan untuk tahu efikasi vaksin, dalam mencegah aib yang ditargetkan dan pengamatan bertambah jauh tentang keamanan vaksin dengan melibatkan populasi yang lebih beraneka macam dan jangka waktu yang bertambah panjang.
Mengaji juga: Pfizer-BioNTech mulai studi periode akhir kandidat vaksin COVID-19
Baca juga: Peneliti: Desain vaksin LIPI berbeda dengan Eijkman
Baca juga: Bio Farma telah terima vaksin COVID-19 untuk tes klinis

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Arief Pujianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020