Malaysia umumkan “total lockdown” pada 1-14 Juni 2021

malaysia-umumkan-total-lockdown-pada-1-14-juni-2021-1

Kuala Lumpur (ANTARA) – Sidang Khusus Perhimpunan Keselamatan Negara (MKN) menerjang pengurusan COVID-19 yang dipimpin Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yasin sudah memutuskan untuk melaksanakan penyudahan penuh sektor sosial serta ekonomi atau “total lockdown” fasa pertama di semesta negara dalam  tempo 14 hari, 1-14 Juni 2021.

Kantor Perdana Menteri Malaysia, Jumat, menyampaikan sepanjang tempo ini semua zona tidak dibenarkan untuk berfungsi kecuali sektor ekonomi dan layanan penting (essential economic and service sector) yang akan disampaikan daftarnya sebab Majelis Keselamatan Negara.

“Keputusan ini dibuat setelah mempertimbangan situasi terkini penularan COVID-19 di Malaysia dengan jumlah kasus harian telah melebihi 8. 000 kasus dan kasus rajin melebihi 70. 000 kasus, ” kata Muhyiddin  di siaran kepada pers.

Hingga saat ini sebanyak 2. 552 karakter telah meninggal dunia akibat wabah ini dan jumlah kematian semakin meningkat.

“Keberadaan varian-varian perdana yang lebih ganas secara kadar penularan yang mulia juga turut mempengaruhi kesimpulan hari ini, ” katanya.

Dengan pengembangan kasus-kasus harian yang membuktikan trend kenaikan secara lebih mendadak sejak terakhir tersebut kapasitas rumah sakit dalam seluruh negara untuk merawat penyakit COVID-19 semakin terbatas.

“Sekiranya lockdown fasa pertama ini lulus mengurangkan kasus-kasus harian COVID-19, pemerintah akan melaksanakan lockdown fasa kedua, yaitu secara membenarkan pembukaan kembali kira-kira sektor ekonomi yang tak melibatkan perkumpulan yang tumbuh serta boleh mematuhi penjarakan fisik, ” katanya.

“Lockdown” fasa kedua ini akan dilaksanakan buat tempo empat minggu selepas fasa pertama berakhir.

“Setelah berakhirnya lockdown fasa kedua, langkah seterusnya ialah memasuki fasa ke-3, yaitu melaksanakan Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) seperti dalam masa sekarang dimana kegiatan sosial tidak dibenarkan dan hampir semua sektor ekonomi dibenarkan beroperasi tertakluk kepada SOP yang ketat beserta kehadiran secara fisik pada tempat kerja dibatasi, ” katanya.

Baca juga: Masyarakat Malaysia lagi hadapi Idul Fitri yang suram menyusul penguncian
Baca juga: Menuju Lebaran di sedang penguncian wilayah
Membaca juga: Malaysia kembali berlakukan penguncian nasional

Pewarta: Agus Setiawan
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2021