Melihat bantuan, Presiden Jokowi dialog dengan pedagang kecil Yogyakarta

Melihat bantuan, Presiden Jokowi dialog dengan pedagang kecil Yogyakarta

Kalau bapak ibu masih kurang, membangun sudah ada nomor rekening ke bank, boleh pinjam, tapi menyelang ya, yang ini tidak menyelang tapi ini bantuan modal kerja, bukan kredit

Jakarta (ANTARA) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berdialog dengan tiga orang penerima bantuan presiden (banpres) usaha mikro senilai Rp2, 4 juta pada Yogyakarta.

“Sekali lagi pergunakan bantuan modal kerja ini buat mengangkat usaha yang kita miliki, tadi saya baca ada dengan dagang bakpia, mana? ” tanya Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Yogyakarta, Jumat.

Banpres produktif usaha mikro diberikan senilai Rp2, 4 juta kepada pada setiap pelaku usaha dengan target kira-kira 12 juta usaha mikro dengan total anggaran Rp28, 8 triliun.

Pedagang bakpia itu bernama Tumbariyani asal Sleman. Selain bakpia, Tumbariyani juga berjualan wingko dengan omzet Rp400 ribu-Rp500 ribu saat normal.

Baca juga: Presiden Jokowi serahkan banpres bagi pengusaha mikro di Yogyakarta

“Sekarang cuma Rp50 seperseribu, kadang sampai gak ada karena gak ada wisata yang datang ke sini, ” kata Tumbariyani.

“Sekarang sudah mulai dibuka pelan-pelan, sudah bisa naik belum? ” tanya Presiden Jokowi.

“Dikit-dikit sudah Rp100 ribu, ” jawab Tumbariyani.

Dia pun lalu menceritakan bagaimana mendapat banpres tersebut.

“Pertama saya dihubungi pihak BRI serta katanya saya dapat bansos sebesar Rp2, 4 juta, ” sebutan Tumbariyani.

“Semua berarti sudah dapat ya Rp2, 4 juta, sudah diambil? ” tanya Presiden Jokowi lagi.

Baca juga: Presiden Jokowi bagi modal kerja ke pedagang bakpia hingga angkringan

“Belum, ” jawab Tumbariyani.

“Tidak apa-apa diambil, nanti Rp2, 4 juta buat apa? ” tanya Presiden Jokowi.

“Buat tambah modal usaha saya, ” jawab Tumbariyani.

“Bukan buat beli handphone ? ” tanya Presiden.

Enggak , nanti saya beli dagangan tersedia bakpia, wingko, karena yang bakal sendiri itu hanya yang wingko, ” jawab Tumbariyani.

“Sehari untung berapa? ” tanya Presiden Jokowi.

“Tergantung laku atau enggak , kalau laku bisa Rp40 ribu-Rp50 ribu, ” jawab Tumbariyani.

Pedagang kedua adalah seorang ibu penjual batik.

“Jual batik tapi gak terlalu besar Pak, ” kata hawa tersebut yang sudah tahu mau mendapat banpres sejak Senin (24/8).

Ia pun telah mengambil sebagian uang ke BRI.

Menangkap juga: Presiden: Pemerintah sudah keluarkan semua jurus bantu masyarakat

“Sekalian beta ke BRI, sekalian saya renggut Rp2, 15 juta untuk honorarium lalu dijual lagi. Tapi sekarang sepi banget, biasanya laris Sabtu-Minggu, saya dapat bantuan dari bapak saya ucapkan terima kasih, ” kata perempuan penjual batik itu.

Terakhir Presiden Jokowi berdialog dengan penjual Soto daripada Bantul bernama Ignatius Supoyo serta memperkenalkan diri sebagai Pak Poyo.

“Semenjak ada pandemi, sepinya gak karu-karuan , akhirnya kita memilih jeda daripada kita tidak kembali pangkal. Lalu saya balik lagi telah 1-2 minggu, lantas dipanggil BRI, ada apa ini? Saya gak memiliki utang dipanggil BRI, ternyata aku dikasih tahu dapat bantuan dari Presiden, saya terima kasih pada bantuan Bapak Presiden, ” kata pendahuluan Poyo.

Poyo mengiakan akan menggunakan bantuan itu untuk tambahan modal. Tidak ketinggalan Poyo juga mengampanyekan protokol kesehatan.

“Negara kita mengalami kesulitan, biar kita ke depan untuk hidup baru, keluar pakai masker, keluar cuci tangan, masuk cuci tangan dan atur jarak 1-2 meter, ” tambah Poyo.

“Terakhir sebenarnya mau saya tutup, tapi sudah ditutup Bungkus Poyo, jangan lupa pakai masker, cuci tangan, jaga jarak, telah didahului tidak lagi saya ngomong. Sekali lagi apa yang disampaikan Pak Poyo penting sekali memakai masker agar kita tidak terkena virus COVID, jaga jarak, tidak gak bisa kumpul orang uyel-uyelan , pulang habis kesibukan cuci tangan, saya hanya mengulang apa yang disampaikan Pak Poyo tadi, ” kata Presiden Jokowi.

Bila para pengusaha mikro merasa kurang, Presiden Jokowi mengatakan mereka dapat mengajukan pinjaman modal ke bank.

“Kalau bapak ibu masih invalid, kan sudah ada nomor rekening ke bank, boleh pinjam, tapi pinjam ya, yang ini tidak pinjam tapi ini bantuan pangkal kerja, bukan kredit, nanti jika usaha berkembang, silakan minta tambahan ke bank Mandiri, BNI, BRI, tapi kalau mau ya, ” ucap Presiden Jokowi.

Baca juga: Presiden Jokowi yakin Bandara Yogyakarta bakal jadi bandara teramai

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020