Menanam jagung di Sumba Tengah, Mentan pastikan produksi tercukupi

Menanam jagung di Sumba Tengah, Mentan pastikan produksi tercukupi

Saya juga memberikan bantuan sarana buatan, alat pra panen dan pasca panen, serta mendorong para petani untuk menggunakan fasilitas kredit jalan rakyat (KUR), pengembangan pertanian berbasis korporasi dan klaster

Jakarta (ANTARA) – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo pada Selasa melakukan penanaman jagung, sekaligus meresmikan Food Estate di Desa Subur Pabal Kecamatan Umbu Rato Nggai Barat, Sumba Tengah.

Di kegiatan yang juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Josef Nae Sodan, Bupati Sumba Tengah Paulus SK Limu itu, Mentan Syahrul mengatakan kedatangannya juga untuk memastikan produksi jagung pas sesuai kebutuhan bulanan.

Syahrul menilai harus ada penambahan luas tanam dan produktivitas jadi upaya bersama untuk memenuhi hajat dalam negeri, mengurangi impor & meningkatkan volume ekspor.

“Kami juga memberikan bantuan sarana produksi, alat pra panen & pasca panen, serta mendorong para petani untuk menggunakan fasilitas kredit usaha rakyat (KUR), pengembangan pertanian berbasis korporasi dan klaster, ” kata Syahrul dalam keterangan diterima di Jakarta, Selasa.

Syahrul menyebutkan bahwa saat ini beberapa sentra penghasil jagung telah mencapai target produktivitas sekitar 8-9 ton/ha, walaupun rata-rata produktivitas jagung lokal saat ini masih sekitar 6, 4 ton/ha.

Menurut dia, peran penting barang jagung diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produksi serta pendapatan petani.

Ia memaparkan kinerja ekspor pertanian had periode Agustus 2020 mengalami penambahan yang cukup signifikan, yakni sebesar 8, 6 persen atau terbang menjadi Rp36, 5 triliun, dibandingkan periode yang sama pada 2019 yang hanya Rp32, 6 triliun.

Mentan menjelaskan bahwa dengan pemasaran yang baik, pada luar maupun di dalam kampung khususnya penyediaan bahan baku jagung untuk industri pengolahan, diharapkan hendak memberikan nilai yang sangat gembung bagi kesejahteraan petani.

Baca juga: 16 kabupaten di NTT jadi induk pengembangan tanaman jagung

Baca juga: Kupang siapkan 2. 600 ha lahan untuk Program Tanam Jagung Pengetaman Sapi

Sementara tersebut, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menambahkan dalam menggenjot produksi jagung nasional dan pengembangan food estate, Kementan telah mengimplementasikan Program Pengembangan Kawasan Tanaman Pangan Korporasi (Propaktani).

Korporasi petani diperkuat melalui pola kemitraan dengan bermacam-macam pihak yakni Bank untuk memperoleh fasilitas KUR, asuransi, unit pengelola jasa alat mesin pertanian atau mekanisasi, penyedia benih, pupuk, racun hama, Kostraling (Komando Strategi Penggilingan), pabrik olahan, pedagang, eksportir dan lainnya dalam ikatan bisnis yang silih menguntungkan.

“Di NTT khususnya Kabupaten Sumba Tengah tersebut kami akan menggenjot produksi jagung dan tanaman pangan lainnya, tenggat kesejahteraan masyarakat dengan pengembangan pertanian berbasis korporasi, ” kata Suwandi.

Bupati Sumba Sedang Paulus SK Limu pada kesempatan itu menyampaikan bahwa sebagian mulia masyarakat Sumba Tengah menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian dan peternakan.

“Salah satu alternatif cara yang paling rasional untuk meningkatkan pendapatan masyarakat adalah secara secara serius mengembangkan berbagai daya pertanian, peternakan dan perkebunan, ” kata Bupati Paulus.

Baca juga: Percepat tanam, Mentan ajak bupati/gubernur menanam padi jagung serentak

Baca juga: Mentan dorong petani manfaatkan KUR supaya terhindar dari tengkulak

Baca juga: Dukung ketahanan pangan Alumni Akabri 89 tanam jagung 340 ha

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020