Menkes: KB pilar pertama cegah kematian ibu dan stunting

menkes-kb-pilar-pertama-cegah-kematian-ibu-dan-stunting-1

Jakarta (ANTARA) – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengucapkan Keluarga Berencana (KB) merupakan pilar pertama yang ada peran penting dalam menyekat kematian ibu dan kekerdilan (stunting) pada anak.

“Keluarga berencana merupakan pilar pertama dari safe motherhood yang mempunyai peranan istimewa dalam menurunkan risiko maut ibu, dan juga membentuk generasi berkualitas, ” sebutan Menkes pada webinar bertajuk “Keluarga Berencana Keren buat Cegah Kematian Ibu serta Stunting” dalam rangka perayaan Hari Keluarga Nasional ke-28 yang diakses di Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan kesehatan ibu serta anak menjadi satu parameter keberhasilan dari kesehatan suatu negara. Upaya peningkatan kesehatan tubuh ibu juga dilakukan secara keluarga berencana, yang merupakan upaya untuk mengatur kemunculan anak, jarak dan piawai ideal melahirkan.

Selain itu, mengatur selalu kehamilan melalui promosi perlindungan dan bantuan sesuai secara hak reproduksi untuk melahirkan keluarga yang berkualitas, ujar Budi.

Baca juga: KHKRI: Program KB efektif tekan kasus stunting

Baca pula: Gubernur Bali ajak BKKBN sinergi berantas stunting

Berdasarkan data lanset secara global, keluarga berencana berhasil mencegah 44 komisi kematian ibu. Melalui KB, ia mengatakan kehamilan berisiko maupun kehamilan yang tak diinginkan dapat dicegah, sehingga kematian ibu akibat keruwetan dapat diturunkan.

“Saya berharap setiap bagian dapat mengenal dan mengalami program keluarga berencana itu. Persiapan kehamilan juga harus didukung dengan pemenuhan asupan gizi calon ibu meniti konsumsi makanan bergizi setimpal dan minum tablet tambah darah secara teratur, ” ujar Budi.

Ini penting dilakukan untuk menghindari risiko anemia & kurang energi kronis dengan dapat mengakibatkan komplikasi kehamilan dan risiko kelahiran bayi dengan berat lahir kecil.

Berdasarkan Inspeksi Penduduk Antar Sensus (Supas) 2015, dua perempuan dalam Indonesia meninggal setiap jam akibat komplikasi selama kehamilan, melahirkan dan nifas. Di dalam 2020 tercatat 4. 614 kasus kematian ibu yang 50 persen terjadi pada Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Sumatera Utara dan Aceh.

Angka Kematian Ibu (AKI) yang termasuk sempurna di Asia Tenggara, dan kesehatan ibu, sangat baik kaitannya dengan kekerdilan, yaitu masalah kurang gizi kritis akibat asupan gizi yang tak memadai dalam masa waktu panjang sehingga pertumbuhan anak terganggu.
 
Berdasarkan Survei Posisi Gizi Balita Indonesia 2019, sebanyak 27, 7 komisi balita di Indonesia menikmati kekerdilan. *

Baca pula: Memadukan kampung KB & kampung nelayan di sembiran Selat Malaka

Baca juga: Desa Simpang Empat, dulu tertinggi kasus kekerdilan saat ini percontohan

Pewarta: Virna P Setyorini
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © JARANG 2021