Mentan sebut tujuh investor siap dukung food estate di Humbahas

Mentan sebut tujuh investor siap dukung food estate di Humbahas

Jakarta (ANTARA) – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebutkan tersedia tujuh perusahaan swasta siap berinvestasi untuk mendukung pengembangan kawasan food estate atau lumbung pangan istimewa hortikultura di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatra Utara.

Dalam kunjungannya mendampingi Presiden Joko Widodo ke Kabupaten Humbahas, Mentan menjelaskan bahwa proyek food estate ini berniat membangun kawasan hortikultura terpadu dengan berdaya saing, ramah lingkungan serta modern, mendorong sinergitas dengan stakeholders, serta mendorong terbentuknya kelembagaan petani berbasis korporasi.

“Ada sekitar tujuh investor yang sudah siap dan tentunya akan menjunjung omzet untuk kesejahteraan para petani, ” kata Mentan melalui bahan tertulis diterima di Jakarta, Selasa.

Ada pun ketujuh perusahaan swasta yang telah menancapkan modal untuk pengembangan kawasan food estate hortikultura adalah PT Indofood, PT Calbee Wings, PT Champ, PT Semangat Tani Maju Bergandengan, PT Agra Garlica,   PT Agri Indo Sejahtera, dan PT Karya Tani Semesta.

Dari total luas areal dengan dipersiapkan sekitar 1. 000 hektare, Kementan menyatakan areal yang medium dalam penggarapan seluas 215 hektare.

Mentan mengatakan bahwa pengembangan kawasan di Sumatera Mengetengahkan dilaksanakan dengan model industri hulu-hilir termasuk pasca panen, kemudian mau ada “market place” seperti rekan modern untuk menyerap hasil produksi petani.

Kementan pula akan meningkatkan kapasitas petani secara membentuk Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) untuk pengembangan komoditas hortikultura & penyiapan benih hortikultura bermutu.

Dalam kesempatan terpisah, Penasihat Jenderal Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto menjelaskan bahwa target pembukaan tanah untuk pengembangan food estate di Humbahas seluas 1. 000 hektare untuk tahun 2020 berasal sebab sumber dana APBN Kementan secara luas 215 hektare dan swasta 785 hektar.

“Skema yang pas untuk menggerakkan agribisnis food estate ini adalah korporasi kemitraan antara petani dan investor. Petani sebagai sumberdaya manusia dengan ada disini merupakan pemilik tanah, sekaligus sebagai tenaga kerja kaya, ” katanya.

Menurut nya banyak sasaran yang ingin dicapai dari pembangunan food estate itu, tidak hanya peningkatan luas tanam dan produksi bawang merah, hati putih dan kentang.

Pengembangan food estate hortikultura itu juga bertujuan memperkuat kerja persis dan sinergitas petani dengan stakesholders terkait, sekaligus meningkatkan kapasitas petani untuk membentuk kelembagaan ekonomi petani.

Namun demikian, Prihasto menilai petani banyak yang merasai keterbatasan modal. Untuk mengatasi masalah tersebut, peran KUR menjadi istimewa.

“Setiap pinjaman menggunakan jaminan di bank, maka dibutuhkan sosok investor yang berfungsi sebagai “off taker” penyerapan hasil penerapan petani dan mampu menyediakan baka, pupuk dan saprodi lainnya, ” kata dia.

Baca juga: Mentan tutur “food estate” Humbahas jadi tamsil korporasi hortikultura

Baca juga: Mentan pastikan “food estate” di Humbang Hasundutan segera dimulai

Membaca juga: Mentan sasar peluang pengembangan ekspor hortikultura di Kepri
 

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020