Minyak naik dipicu kemajuan kesehatan Trump dan penutupan ladang migas

Minyak naik dipicu kemajuan kesehatan Trump dan penutupan ladang migas

Minyak juga didukung oleh pemogokan pekerja yang meningkat di Norwegia atas masalah gaji. Enam pendapatan minyak dan gas lepas pantai Norwegia ditutup.

New York (ANTARA) – Harga minyak naik lebih dari lima persen dalam akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dia akan membuang rumah sakit tempat dia dirawat karena COVID-19, sementara enam pendapatan minyak dan gas lepas miring Norwegia ditutup karena lebih banyak pekerja yang bergabung dengan pemogokan.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember, melonjak 2, 02 dolar AS atau 5, 1 persen, menjadi menetap dalam 41, 29 dolar AS bohlam barel. Minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November terangkat 2, 17 dolar AS atau 5, 9 persen, menjadi ditutup pada 39, 22 dolar AS per barel.

“Banyak orang menyangka aksi jual minggu lalu berlebihan, ” kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group di Chicago. “Ada banyak asumsi. ”

Baca juga: Minyak anjlok sesudah Trump terjangkit virus corona & ekonomi goyah

Pada Jumat (2/10/2020), nilai minyak merosot lebih dari 4 persen menyusul berita bahwa Trump dinyatakan positif terkena virus corona. Pada Senin (5/10/2020), Trump mengatakan dia akan meninggalkan rumah sakit militer tempat dia dirawat dalam Senin waktu setempat, menambahkan bahwa dia merasa “sangat baik. ”

Gelombang infeksi telah melanda Gedung Putih empat minggu sebelum pemilihan AS.

Harapan untuk paket stimulus GANDAR untuk melawan dampak ekonomi sejak pandemi juga mendukung harga. Pemimpin DPR AS Nancy Pelosi & Menteri Keuangan Steven Mnuchin berbahasa melalui telepon selama sekitar mulia jam pada Senin (5/10/2020) dan bersiap untuk berbicara lagi pada Selasa waktu setempat.

Minyak juga didukung oleh pemogokan pekerja yang meningkat di Norwegia atas masalah gaji. Enam pendapatan minyak dan gas lepas pantai Norwegia ditutup.

Baca juga: Trump tinggalkan RS menuju Gedung Putih

Pemogokan tersebut akan memotong total kapasitas penerapan Norwegia dengan lebih dari 330. 000 barel setara minyak per hari, atau sekitar delapan persen dari total produksi, menurut Perhimpunan Minyak dan Gas Norwegia (NOG).

“Ini tidak hendak memerlukan pengetatan pasokan yang betul-betul di pasar, karena kekhawatiran tentang permintaan dan kekhawatiran kelebihan pasokan baru mendominasi saat ini, ” kata analis Commerzbank, Carsten Fritsch.

Penurunan produksi Norwegia terutama diimbangi dengan peningkatan penerapan di Libya, kata analis.

Produksi minyak Libya sudah meningkat menjadi 290. 000 barel per hari, sebuah sumber mengutarakan kepada Reuters pada Senin (5/10/2020), hampir tiga kali lebih penuh dari produksinya selama blokade dengan dimulai pada Januari dan sudah pada September.

Baca juga: Pertamina ungkap alasan harga BBM di Indonesia masih mahal

Perusahaan-perusahaan energi AS di dalam Senin (5/10/2020) mulai mengevakuasi para-para pekerja di anjungan minyak lepas pantai saat badai ke-25 tahun ini terbentuk di Karibia & diperkirakan akan bergerak ke Teluk Meksiko dan mengancam Gulf Coast AS minggu ini.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020