MRT peroleh PEN Rp1, 7 triliun untuk integrasi Jabodetabek

MRT peroleh PEN Rp1, 7 triliun untuk integrasi Jabodetabek

Dananya itu untuk mendorong inisiatif penyatuan transportasi Jabodetabek

Jakarta (ANTARA) – PT MRT Jakarta (Perseroda) memperoleh dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp1, 7 triliun untuk melakukan integrasi transportasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang  dan Bekasi (Jabodetabek).

“Dananya itu untuk mendorong rintisan integrasi transportasi Jabodetabek. Jadi MRT Jakarta mendapatkan penugasan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bertanggung berat dan melakukan aksi korporasi bersama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) terkait pengintegrasian pengelolaan transportasi di Jabodetabek, ” ujar William dalam diskusi virtual di Jakarta, Kamis.

PEN dengan diberikan untuk MRT Jakarta tersebut bukan berasal dari Anggaran Penerimaan Belanja Negara (APBN) namun berawal dari korporasi.

Derma itu, lanjut William, nantinya mau digunakan oleh MRT Jakarta buat membeli sebanyak 51 persen bagian PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) milik PT KAI sehingga mempermudah proses integrasi transportasi di Jabodetabek.

Baca juga: MRT Jakarta bocorkan dalih rencana rute Fatmawati-TMII jadi fase 4

Sebanyak 51 persen saham yang dibeli MRT Jakarta itu nantinya akan dikelola oleh PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ) yang merupakan perusahaan patungan milik MRT Jakarta dan KAI.

William mengatakan untuk proses pembelian saham PT KCI, pihaknya sudah melakukan pengecekan nilai aset dengan mempercayakan hal itu pada bagian ketiga yaitu pada Badan Penjagaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Kita buat pagu anggarannya Rp1, 7 triliun karena angkanya bisa berubah-ubah (nilai aset). Mampu Rp1, 2 triliun atau Rp1, 4 triliun. Ya kita harapkan pengecekan nilai aset ini sempurna di Desember 2020, ” sebutan William.

Jika nantinya ada dana yang tersisa daripada total Rp1, 7 triliun itu, William mengatakan pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan PT SMI.

Menangkap juga: MRT Jakarta alokasikan Rp3, 65 triliun pada 2021

“Kalau misalnya dananya ada lebih, tentu kita koordinasikan lagi dengan PT SMI, Pemprov DKI dan DPRD buat diambil langkah seperti apa. Tak direalisasikan atau direalisasikan dalam agenda lain yang sifatnya untuk penyatuan, ” ujar William.

Seperti diketahui, pada pertengahan 2020 PT MRT Jakarta bersama PT KAI membentuk perusahaan patungan bertanda PT MITJ yang memiliki arah untuk mengelola integrasi transportasi dalam kawasan Jabodetabek.
 

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020