Pemerintah tegaskan komitmen laksanakan pendirian berkelanjutan

pemerintah-tegaskan-komitmen-laksanakan-pembangunan-berkelanjutan-1

kita perlu mencari cara-cara mutakhir agar kita mampu melakukan lompatan dalam mencapai tumpuan SDGs secara bersamaan

Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan komitmen negeri Indonesia dalam melaksanakan pembangunan berkelanjutan di tengah pandemi COVID-19.

Menko Airlangga menyampaikan bahwa pandemi justru menjadi momentum untuk mengevaluasi aspek lingkungan, sosial, & tata kelola dalam seluruh aktivitas ekonomi.

“Pandemi yang ada zaman ini tidak boleh menurunkan semangat kita untuk melahirkan target Sustainable Development Goals (SDGs). Karena itu kita perlu mencari cara-cara terakhir agar kita mampu mengabulkan lompatan dalam mencapai bahan SDGs secara bersamaan, ” ujar Menko Airlangga saat membuka Webinar Keuangan Berkelanjutan dalam Pemulihan Ekonomi Nasional dari Jakarta, Selasa.

Pemerintah, lanjut Airlangga, telah melakukan berbagai jalan dalam mendorong pembangunan terus-menerus salah satunya melalui Peraturan (UU) Cipta Kerja.

Ia mengatakan UNDANG-UNDANG Cipta Kerja telah memenuhi lebih dari 80 UU untuk mendorong kemudahan mencari jalan dengan tetap mengedepankan arah keberlanjutan atau kelestarian lingkungan.

“Khusus untuk lingkungan hidup dan kehutanan terdapat 3 UU yang disempurnakan yaitu UU No. 32 Tahun 2009 mengenai Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, dan UU No. 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Kerusakan Alas, ” jelas Airlangga.

Selain itu, pemerintah juga mendorong penerapan ekonomi hijau dalam industri keuangan. Termasuk mendukung Otoritas Bantuan Keuangan (OJK) yang sudah mengeluarkan roadmap keuangan terus-menerus.

Roadmap tersebut menjadi kerangka acuan bagi lembaga keuangan untuk berperan rajin, berkontribusi positif dalam cara pembangunan yang berkelanjutan.

Ia menuturkan kalau pengembangan keuangan berkelanjutan dalam pemulihan ekonomi nasional tentu menemui berbagai tantangan yang perlu diselesaikan bersama sebanding. Tantangan terbesar keuangan terus-menerus, menurutnya, adalah bagaimana memberikan pemahaman kepada masyarakat & pelaku usaha untuk menyelaraskan kepentingan ekonomi sosial, & lingkungan hidup.

“Oleh karena itu, negeri terus merangkul berbagai pengelola kepentingan untuk menjalankan kewajiban dan menjalankan pembangunan terus-menerus, ” ucapnya.

Baca pula: Pelaksanaan pembangunan berkelanjutan sanggup tingkatkan kualitas hidup
Baca juga: Indonesia-UNFPA-Jepang kegiatan sama wujudkan pembangunan berkelanjutan
Baca juga: Jokowi dorong inisiatif P4G wujudkan pembangunan berkelanjutan

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021