Pertamina ekspor perdana 200. 000 barel Solar HSD ke Malaysia

Pertamina ekspor perdana 200

Ini ekspor perdana, nanti di Oktober dan Desember dengan arah pasar internasional, juga ada ekspor dengan volume yang sama

Balikpapan (ANTARA) – Pertamina mengekspor 200 ribu barel atau 31, 8 ribu kiloliter (kl) solar premium atau minyak diesel kemajuan tinggi (High Speed Diesel/HSD) senilai 9, 5 miliar dolar AS  ke Malaysia, Sabtu.

Kargo HSD tersebut dikirim melalui Pangkalan Kilang Balikpapan di  Kalimantan Timur dengan kapal MT Ridgebury Katherine Z.

“Ini ekspor perdana, nanti di Oktober serta Desember dengan tujuan pasar internasional, juga ada ekspor dengan bagian yang serupa, ” kata General Manager Refinery Unit (Kilang) V Balikpapan Eko Sunarno.

Baca juga: Pertamina ekspor perdana 4. 000 barel “smooth fluid” ke Algeria

Menurut Eko, HSD yang diekspor Pertamina ini memiliki standar Euro 4 yang ramah lingkungan dan membuat mesin bertambah awet. Kandungan sulfur atau belerangnya hanya 50 ppm (part bagi million).

Sulfur ialah satu zat pencemar utama di udara yang bisa menjadi pengantara gangguan sistem pernapasan manusia dan menjadi bahan terbentuknya hujan masam kalau jumlahnya terakumulasi sangat banyak.

Dengan nama dagang HSD 0, 005%S, produk ini diproduksi di Kilang Balikpapan sebesar 200 ribu barel per kamar. Titik bakarnya di suhu 60 derajat Celsius dengan angka cetane atau cetane number-nya adalah 53. Sebagai pembanding, bahan bakar Solar premium, Pertadex yang juga diproduksi Pertamina, juga memiliki cetane number 53, sementara Solar biasa cetane numbernya 51.

Baca juga: Pertamina ekspor perdana SF-05 ke Aljazair

Spesifikasi itu sudah sesuai dengan Peraturan Gajah Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bagian 20 Tahun 2017 yang menetapkan spesifikasi bahan bakar minyak dengan diizinkan untuk diperdagangkan, di mana cetane number minimal 51 serta kandungan belerang 50 ppm.

“Kami bangga Pertamina mampu memproduksi minyak berkualitas tinggi kaya ini, ” kata Eko Sunarno.

Selain di Pabrik Balikpapan, HSD 0. 005 pula diproduksi di Kilang Dumai, Riau, sebanyak 100 ribu barel mulai bulan.

“Produk tersebut merupakan satu bukti bahwa Pabrik Balikpapan memiliki kemampuan untuk terus mengembangkan diri. Untuk itu hamba mengajak pekerja untuk terus memajukan kemampuan dan terus berinovasi menyambut tantangan zaman, ” kata Eko.

Mengaji juga: Pertamina-TPPI ekspor perdana paraxylene 10. 000 MT

Pewarta: Novi Awak
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020