Poin aset TMII capai Rp20, 5 triliun, Kemenkeu: Mau diaudit semua

nilai-aset-tmii-capai-rp205-triliun-kemenkeu-akan-diaudit-semua-1

Kami akan mengecek tersedia barang apa saja, berserakan bagaimana kerja sama dengan swasta, berapa lama, pegawai, bagi hasilnya seperti apa. Nanti akan diaudit semua

Jakarta (ANTARA) berantakan Direktur Barang Milik Negara (BMN) Direktorat Jenderal Kebesaran Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Encep Sudarwan mencatat nilai aset Taman Mini Indonesia Indah (TMII) mencapai Rp20, 5 triliun bersifat enam tanah.

“Di sana itu tanah ada enam semuanya BMN (Barang Milik Negara) ada surat nilainya sekarang Rp20, 5 triliun. Tanahnya saja, ” katanya dalam media briefing di Jakarta, Jumat.

Di sisi asing, Encep menyatakan detil kekayaan TMII secara keseluruhan masih perlu dilakukan inventarisasi untuk kepastian data yang valid melalui pembentukan tim pergantian yang di antaranya beranggotakan DJKN, Kementerian Sekretariat Negara, Kapolda, dan BPKP.

Ia menjelaskan tim transisi tersebut bertugas buat mengkaji keseluruhan yang tersedia di TMII seperti barang, bangunan, kerja sama dengan pihak swasta, hingga total pegawai.

Baca juga: Moeldoko bantah TMII akan dikelola keluarga Jokowi

“Kami bakal mengecek ada barang apa saja, lalu bagaimana kerja sama dengan swasta, berapa lama, pegawai, bagi hasilnya seperti apa. Nanti bakal diaudit semua, ” katanya.

Encep menguatkan tanggungan tim transisi ini harus diselesaikan selama tiga bulan baru kemudian dapat dilakukan serah terima antara Yayasan Harapan Kita pada Kementerian Sekretariat Negara.

Ia menjelaskan bersandarkan Keputusan Presiden nomor 51 tahun 1977 tanggal 10 September 1977 TMII adalah milik negara, namun penugasan dan pengelolaannya dilakukan oleh Yayasan Harapan Kita (YHK).

Baca juga: Pengamat sarankan TMII dikelola oleh BUMN ITDC

Kemudian demi pengelolaan TMII yang lebih baik maka Presiden Republik Indonesia menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2021 yang antara lain mengembalikan pengelolaan TMII kepada Kementerian Sekretariat Negara.

“Setelah itu jelas baru kita lakukan serah terima lalu Kementerian Sekretariat Negara bisa kerja sama dengan pihak lain, ” ujarnya.

Encep menjelaskan situasi itu perlu didetailkan lebih lanjut mengingat selain kekayaan BMN, di TMII pula terdapat aset milik daerah dan pihak lain dengan berkerja sama dengan Awak Pelaksana Pengelolaan dan Pengusahaan TMII (BP3 TMII).

Mengucapkan juga: Ketua DPD harap TMII lebih profesional dikelola negara

“Ada bangunan yang perlu diintervensi, ada 10 K/L, ada museum bahan, ada 31 anjungan milik pemda, ada 12 pacar dan 18 badan manajer TMII. Ini sedang dicek detailnya karena kemarin hanya BMN sedangkan di sana ada BMN dan non-BMN/D, ” jelasnya.

Tak hanya itu, Encep mengatakan TMII sebagai BMN juga akan diasuransikan namun setelah evaluasi dari awak transisi selesai dilakukan karena harus diketahui nilai asetnya secara keseluruhan.

“Kita lakukan pengujian, nanti terlihat mana dulu dengan mesti diasuransi. Nilainya belum ketahuan tapi memang bahan kita tahun ini seluruh terasuransi, ” ujarnya.

Mengaji juga: KPK telah terlantas pengelolaan TMII diserahkan ke pemerintah sejak 2020

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021