Sekolah buka KBM tatap muka harus persetujuan orang tua

Sekolah buka KBM tatap muka harus persetujuan orang tua

Implementasi dan evaluasi pembelajaran tatap membuang adalah tanggung jawab pemerintah wilayah yang didukung oleh pemerintah was-was

Jakarta (ANTARA) – Semua sekolah di zona hijau serta kuning yang akan melakukan kesibukan belajar mengajar secara tatap membuang harus meminta izin orang usang untuk memulai kegiatan tersebut, sebutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

“Walaupun berada pada zona hijau dan kuning, satuan pendidikan tidak dapat melakukan pembelajaran tatap muka tanpa adanya pengesahan dari pemerintah daerah/Dinas Pendidikan & Kebudayaan, kepala sekolah, dan adanya persetujuan orang tua/wali siswa dengan tergabung dalam komite sekolah, ” katanya kepada Tim Komunikasi Komisi Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan persyaratan terakhir yang harus dipenuhi adalah adanya pengesahan dari orang tua atau wali peserta didik.

“Saya ingin mengingatkan sebagai menteri serta orang tua kalau sekolah itu mau melakukan tatap muka & sudah membuka, masing-masing orang usang anak boleh tidak memperkenankan anaknya masuk ke dalam sekolah jika mereka belum nyaman dan dibolehkan untuk melanjutkan PJJ (Pembelajaran Renggang Jauh) kalau belum memberikan kerelaan masuk sekolah tatap muka, ” ungkap dia.

Nadiem menyampaikan bahwa pembelajaran tatap depan akan dilakukan secara bertahap secara syarat 30-50 persen dari penopang peserta didik per kelas.

“Untuk SD, SMP, SMA, dan SMK dengan standar pokok 28-36 peserta didik per status menjadi 18 peserta didik. Untuk Sekolah Luar Biasa, yang awalnya 5-8 peserta didik menjadi lima peserta didik per kelas. Untuk PAUD dari standar awal 15 peserta didik per kelas menjadi lima peserta didik per kelas, ” katanya.

Baca juga: Mendikbud: KBM tatap muka pembelajaran paling efektif

Sejenis pula jumlah hari dan jam belajar akan dikurangi, dengan bentuk pergiliran rombongan belajar yang ditentukan oleh masing-masing satuan pendidikan sesuai dengan situasi dan kebutuhan.

“Berarti semua sekolah harus melakukan rotasi ‘shifting’ dan pula tidak ada aktivitas kantin, berhimpun, ekstrakulikuler yang akan ada efek interaksi antara masing-masing ruang bersekolah, hanya ada sekolah dan tepat pulang setelah sekolah dan tentunya wajib memakai masker dan pula bermacam-macam ‘check list’ yang sangat ketat, ” kata dia.

Namun, katanya, jika dasar pendidikan terindikasi dalam kondisi tidak aman atau tingkat risiko daerah berubah, maka pemerintah daerah wajib menutup kembali satuan pendidikan.

“Implementasi dan evaluasi penelaahan tatap muka adalah tanggung jawab pemerintah daerah yang didukung oleh pemerintah pusat. Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan provinsi atau kabupaten/kota, berhubungan dengan kepala satuan pendidikan tetap berkoordinasi terus dengan Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 guna memeriksa tingkat risiko COVID-19 di daerah, ” ungkap Nadiem.

Menanggapi banyaknya satuan pendidikan pada daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) yang kesulitan untuk melaksanakan PJJ karena minim akses, Nadiem mengucapkan bahwa hal itu dapat berpengaruh negatif terhadap tumbuh kembang & psikososial anak secara permanen.

Saat ini, kata dia, 88 persen dari keseluruhan wilayah 3T berada di zona kuning dan hijau.

Dengan adanya penyesuaian SKB itu, satuan pendidikan yang siap dan mau melaksanakan pembelajaran tatap muka memiliki opsi untuk menerapkan secara berangsur-angsur dengan protokol kesehatan yang teliti.

“Saya sebagai gajah dan orang tua hanya mau mengingatkan tiga poin ini kalau relaksasi zona kuning dan muda semua keputusan ada di karakter tua bahwa protokol kesehatan sangat berbeda dengan prapandemi dengan perputaran, ‘shifting’, dan ketiga bahwa sangat banyak daerah-daerah yang tidak bisa mengabulkan PJJ bisa melakukan tatap membuang agar mereka tidak tertinggal sebab sisi pembelajaran, ” ungkap Nadiem.

Mengaji juga: Ganjar instruksikan Disdikbud Jateng siapkan skenario KBM tatap membuang
Baca juga: Pemprov Menerangkan segera buka pelaksanaan KBM tatap muka
Baca juga: Mendikbud Nadiem: Sekolah jangan maksa muridnya belajar di sekolah

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020