Sevilla menangi gelar Liga Europa keenamnya setelah taklukkan Inter

Sevilla menangi gelar Liga Europa keenamnya setelah taklukkan Inter

Jakarta (ANTARA) – Sevilla memenangi gelar Liga Europa keenamnya setelah melalap Inter Milan dengan skor 3-2 pada laga final yang dimainkan di Stadion RheinEnergie, Cologne, Jerman, Jumat setempat atau Sabtu pagi buta WIB.

Empat gol dalam laga tersebut berasal dari bola mati. Inter membuka keunggulan lantaran eksekusi penalti Romelu Lukaku (5′), sebelum kemudian Luuk de Jong (12′) menyamakan kedudukan.

Tiga gol selanjutnya tercipta daripada tendangan bebas. De Jong (33′) membawa Sevilla berbalik memimpin buat kemudian Diego Godin (36′) menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Diego Carlos (74′) yang beberapa kali mengabulkan kesalahan menebusnya dengan mengemas lulus penentu kemenangan dengan diawali status tendangan bebas, demikian catatan laman resmi UEFA.

Baca juga: Gelandang Sevilla yakin timnya bisa kalahkan siapapun
Baca juga: Lopetegui optimistis Ocampos siap turun di final Liga Europa

Kedua tim memulai langgar dengan penampilan agresif. Suatu serangan balik cepat dari Inter memaksa Diego Carlos harus menjatuhkan Lukaku di kotak terlarang, keputusan dengan membuat wasit Danny Makkelie lekas menunjuk titik putih.

Lukaku sendiri yang menjadi algojo penalti, dan meski kiper Yassine Bounou bergerak ke arah dengan benar, bola lebih dulu merembes membobol gawang Sevilla.

Sevilla tidak tinggal diam. De Jong membalas kepercayaan pelatih Julen Lopetegui yang memasangnya sejak menepuk mula dengan mengemas gol penyama kedudukan. Bola umpan silang Jesus Navas dari sisi kiri pertahanan Inter, dapat disambar sundulan De Jong untuk masuk ke tiang Samir Handanovic.

Baca juga: Jelang final Liga Europa, Conte: Tak ada kata takut dalam kamus kami

Tidak lama berselang tangan bek Sevilla Carlos terkena bola di tempat terlarang. Kali ini wasit tak menghadiahkan penalti kepada Inter. Kubu Nerazzurri melakukan protes keras, namun bukannya mendapatkan penalti kedua, protes tersebut justru berbuah kartu pelit bagi pelatih Antonio Conte.

Dua peluang bagus kemudian didapatkan kedua tim. Sepakan pemikiran Lucas Ocampos melebar, demikian pula sundulan Danilo D’Ambrosio.

Fase akhir babak pertama diwarnai gol untuk kedua kubu, yang sama-sama didapat dari tendangan terbuka. Sevilla sempat berbalik unggul masa De Jong dari posisi dengan sebenarnya kurang ideal mampu menyundul bola sepakan Ever Banega untuk menjadi gol.

Inter tidak membutuhkan waktu lama buat membuat skor kembali imbang. Kali ini bek kanan Godin dengan menyumbang gol untuk Inter, saat ia menanduk bola sepakan Marcelo Brozovic.

Sevilla dan Inter bermain lebih berhati-hati pada awal babak kedua. Sevilla dengan kesulitan memasuki kotak penalti Inter memiliki peluang saat Sergio Reguilon melepaskan sepakan yang hanya mengenai jaring samping gawang Inter.

Baca pula: Inter pesta lima gol ke gawang Shakhtar untuk amankan berkepanjangan ke final

Inter memiliki peluang emas saat Lukaku mampu memenangi beradu dengan bek Sevilla, namun sepakan penyerang internasional Belgia itu mampu ditahan kaki kiper Bounou.

Carlos kemudian menjadi perwira Sevilla melalui golnya. Dari status tendangan bebas, bola gagal disapu sempurna pertahanan Inter, Carlos yang berada di posisi ideal lalu melepaskan sepakan salto yang terdefleksi kaki Lukaku untuk kemudian menyelap ke gawang Handanovic.

Pelatih Antonio Conte kemudian menanamkan tiga pemain baru segera sesudah timnya kemasukan gol ketiga. Peluang berbahaya terakhir Inter didapat zaman pemain pengganti Alexis Sanchez menghapuskan sepakan dari situasi kemelut dalam depan gawang Sevilla. Namun Jules Kounde mampu menyapu bola sebelum melintasi garis gawang.

Susunan pemain seturut laman resmi UEFA:

Sevilla (4-3-3): Yassine Bounou, Jesus Navas, Jules Kounde, Diego Carlos (Nemanja Gudelj 86′), Sergio Reguilon, Ever Banega, Fernando, Joan Jordan, Suso (Franco Azquez 78′), Luuk de Jong (Youssef En Nesyri 85′), Lucas Ocampos (Munir El Haddadi 71′)
Guru: Julen Lopetegui

Inter Milan (3-5-2-): Samir Handanovic, Diego Godin (Antonio Candreva 90′), Stefan de Vrij, Alessandro Bastoni, Danilo D’Ambrosio (Victor Moses 78′), Nicolo Barella, Marcelo Brozovic, Roberto Gagliardini (Christian Eriksen 78′), Ashley Young, Romelu Lukaku, Lautaro Martinez (Alexis Sanchez 78′)
Pelatih: Antonio Conte

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020